Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 27 Juli 2016

Uskup: Muspas Jangan Sampai Terjadi Konflik

Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang,Pr
KUPANG, PK - Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, meminta kepada seluruh peserta Musyawarah Pastoral (Muspas) untuk menghormati perbedaan. Perbedaan itu tidak bisa dilenyapkan sampai kapanpun karena itu melawan kepada penciptanya.

"Biarkan perbedaan itu tumbuh sebagai keindahan untuk mempersatukan dalam membangun semangat persaudaraan. Peserta muspas juga harus melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan secara baik dan jangan sampai terjadi konflik karena tugas yang diemban adalah membangun karya persaudaraan dalam semangat gereja yang selibat," ujarnya.
Lanjut...

Orang Muda Tidak Hanya Cerdas Ilmu

Romo Longginus Bone, Pr bersama anak-anak
OMK  tidak hanya cerdas ilmu saja tapi cerdas dalam mengangkat budaya yang beranekaragam di NTT.

ORANG Muda Katolik (OMK) Paroki St. Fransiskus dari Asisi-Kolhua Kupang sukses menggelar pentas seni selama dua hari. Acara itu mendapat sambutan meriah. Pentas seni mengangkat ritus budaya beberapa suku di NTT, seperti Belu, Sumba, Manggarai, Ngada, Ende, Lamaholot  dan Timor (Dawan). Acara puncak berlangsung di pelataran gereja paroki ini, Jumat  (22/7/2016) malam.

Pentas seni budaya mendapat sambutan meriah dari umat paroki. Apalagi disaksikan pastor paroki, RD Simon Tamelab, Pr, Ketua Pelaksana Dewan Pastoral Paroki (DPP), Adrianus Ceme, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang (KAK), Suster Maria Fransiska, RVM, Pastor Moderator OMK, RD Longginus Bone, Pr, para ketua KUB, ketua stasi dan pengurus wilayah.
Lanjut...

OMK Paroki St Fransiskus Asisi Galang Dana dari Pentas Seni

Salah satu adegan dalam pentas seni OMK
KUPANG, PK -Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Fransiskus dari Asisi, Kolhua, menjadikan pentas seni budaya untuk menggalang dana menyongsong puncak acara Indonesia Youth Day 2016 di Manado, Sulawesi Utara. Pentas seni budaya yang mengangkat soal budaya beberapa suku di Nusa Tenggara Timur ini, sekaligus mendukung program destinasi pariwisata yang dicanangkan pemerintah NTT.

Pantauan di Pelataran Gereja Paroki St. Fransiskus dari Asisi, Kolhua, Jumat (22/7/2016) malam, puncak pentas seni budaya yang digelar 21-22 Juli 2016 ini mendapat sambutan yang luar biasa dari umat. Pentas seni yang mengusung thema, "Menenun Waktu di Bumi Flobamora" ini, mengangkat ritus budaya dari beberapa suku di NTT seperti Belu, Sumba, Manggarai, Ngada, Ende, Lamaholot (Lembata) dan Timor (Dawan).
Lanjut...

Romo Dus Puji Kekompakan Umat Paroki Santu Fransiskus dari Asisi Kolhua

Romo Longginus Bone bersama anak-anak
KUPANG, PK -  Pastor Paroki Santu Fransiskus dari Asisi BTN Kolhua-Kupang, RD Longginus Bone, Pr memuji kekompakan umat di wilayah 2 baik pengurus Orang Muda Katolik (OMK), Kelompok Umat Basis (KUB) maupun orangtua yang ada di wilayah itu. Bahkan ia melukiskan pertemuan yang dihadirinya di wilayah 2 sebagai pertemuan yang membahagiakan.

Pujian Romo Longginus yang akrab dipanggil Romo Dus ini disampaikan saat menghadiri acara penutupan bulan Rosario yang diselenggarakan Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah 2 Paroki Santu Fransiskus dari Asisi BTN Kolhua-Kupang, di rumah Yulius Talok dan Yohanis Mau, di Blok V BTN Kolhua-Kupang, Selasa (7/6/2016) malam. Acara penutupan bulan Rosario ini diawali misa syukur dipimpin Romo Dus bersama Diakon Dion Klau.

Lanjut...

Selasa, 19 Mei 2015

Umat Stasi Kuaputu Minta Tempatkan Pastor

Umat Stasi Kuaputu (foto Kanis Jehola)
STASI St. Petrus Kuaputu terdiri dari lima KUB, dengan jumlah kepala keluarga (KK) 105 dan jumlah jiwa seluruhnya 400-an orang. Umat Katolik di stasi ini 99 persen petani. Walaupun umatnya sebagian besar petani, namun dalam satu tahun lebih ini mereka sudah berhasil membangun satu unit rumah pastor di stasi itu.

"Mimpi kami, walaupun umat di stasi ini kecil, pendapatan juga kecil tapi kami mau bangun gereja," kata Musa Tatibun, S.H, mantan Kades Oemasi yang kini menjadi penasehat Stasi St. Petrus Kuaputu.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Musa  menginginkan ada kerja sama dalam penguatan ekonomi umat dan merubah pola pikir umat. Penguatan ekonomi umat ini penting dilakukan agar gereja semakin maju. "Kalau ekonomi umat kuat berarti gereja juga semakin maju," kata Musa, Minggu (17/5/2015).
Lanjut...