Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 30 Desember 2010

Renungan harian 31 Desember 2010

Jumat, 31 Desember 2010

Bacaan:

1Yoh. 2:12-17;
Mzm. 96:7-8a.8b-9.10;
Luk. 2:36-40
Renungan:

Masa kecil Yesus tidak dijelaskan secara rinci, namun yang kita ketahui pasti adalah bahwa Yesus mengalami pertumbuhan dan perkembangan hidup kemanusiaanNya dalam bimbingan keluarga kudus. Tentunya keluarga kudus ini sangat berperan dalam mewariskan nilai-nilai keutamaan hidup yang berguna bagi perkembangan kepribadian Yesus, sehingga secara khusus Injil katakan: "Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada padaNya."

Keluarga kudus menjadi rumah perkembangan dan persiapan bagi Yesus kecil menuju kematangan hidup manusiawiNya, dan kemudian menjadi berkat bagi masa depan dunia. Hendaklah setiap keluarga kristiani dapat meneladan keluarga kudus, mewariskan nilai-nilai baik bagi anak-anak dan mendidik mereka menjadi anak-anak Allah yang beriman dan berguna bagi masa depan dunia.

Keluarga yang tidak hidup dalam keteguhan iman dan tidak harmonis tentu tidak mendukung bagi kehidupan semua anggotanya. Tentu saja juga tidak member bekal yang baik dan berguna bagi sesama seturut panggilanNya. Semoga semakin banyak keluarga kristiani menjadi pasangan yang baik sehingga dapat membangun kehidupan keluarga yang baik seperti keluarga kudus.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2010, Yayasan Pustaka Nusatama)
Lanjut...

Renungan harian 30 Desember 2010

Bacaan:

1Yoh. 2:12-17;
Mzm. 96:7-8a.8b-9.10;
Luk. 2:36-40.
Renungan:

Masa kecil Yesus tidak dijelaskan secara rinci, namun yang kita ketahui pasti adalah bahwa Yesus mengalami pertumbuhan dan perkembangan hidup kemanusiaanNya dalam bimbingan keluarga kudus. Tentunya keluarga kudus ini sangat berperan dalam mewariskan nilai-nilai keutamaan hidup yang berguna bagi perkembangan kepribadian Yesus, sehingga secara khusus Injil katakan: "Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada padaNya."

eluarga kudus menjadi rumah perkembangan dan persiapan bagi Yesus kecil menuju kematangan hidup manusiawiNya, dan kemudian menjadi berkat bagi masa depan dunia. Hendaklah setiap keluarga kristiani dapat meneladan keluarga kudus, mewariskan nilai-nilai baik bagi anak-anak dan mendidik mereka menjadi anak-anak Allah yang beriman dan berguna bagi masa depan dunia.

Keluarga yang tidak hidup dalam keteguhan iman dan tidak harmonis tentu tidak mendukung bagi kehidupan semua anggotanya. Tentu saja juga tidak memberi bekal yang baik dan berguna bagi sesama seturut panggilanNya. Semoga semakin banyak keluarga kristiani menjadi pasangan yang baik sehingga dapat membangun kehidupan keluarga yang baik seperti keluarga kudus.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2010, Yayasan Pustaka Nusatama)
Lanjut...

Selasa, 28 Desember 2010

Muslim India Renovasi Gereja Tertua

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang Muslim India, Wali Khan, memberikan kado sangat istimewa bagi umat Kristen saat Natal tahun ini. Pekerja Muslim yang dikenal taat beribadah itu bekerja keras untuk merenovasi gereja yang berusia 125 tahun. "Beberapa tahun yang lalu saya diberi kontrak dan saya memberikannya tampilan baru," kata Khan kepada Times of India, Sabtu (25/12). Khan merenovasi gereja St. Francis De-Sales di Janakpuri, sebelah barat News Delhi, sebelum Natal.

Menurut Pastor Jerome Pinto, gereja itu pertama kali selesai dibangun pada 24 Oktober 1986, oleh para misionaris St. Francis de Sales, Prancis, yang datang ke Nagpur dari Vishakhapatnam. Dinding kunonya terbuat dari batu bata dan batu kapur tanpa batang besi.

Selain merenovasi gereja, Khan juga pernah merenovasi sebuah kuil di dekat taman Telangkhedi, juga kuil Ramdeobaba di Gittikhadan. Jumlah Muslim India sekitar 140 juta orang atau sekitar 13% dari 1,1 Milyar total penduduk India yang mayoritas penganut Hindu. Bekerja dengan orang yang beda agama tidak pernah menjadi kendala bagi Khan. "Kami tidak ada masalah dalam mengerjakan tempat-tempat ibadah berbagai agama," katanya kepada Times of India.

Menurutnya, pekerja Muslim merasakan sebagai sebuah kehormatan besar untuk merenovasi tempat ibadah, apakah masjid, gereja, atau kuil. Baru-baru ini ia menjalin kerjasama dengan Rajesh Cross, seorang Kristen, yang menawarkan kontrak untuk membangun gereja.

Dalam sebuah gerakan bagi orang Kristen, pekerja Muslim bersedia untuk mengurangi gajinya demi gereja. "Ini adalah pekerjaan besar dan karena itu gereja, Khan juga mengurangi tarifnya," kata Daryl Nazaret, ketua Komite Renovasi Gereja.

Sikap pekerja Muslim itu mengundang pujian karena membantu konsolidasi hubungan baik antara pemeluk agama minoritas dan mayoritas di India. "Ada orang Hindu dan Budha dalam tim pekerja Muslim," kata Nazaret. *

Sumber: KLIK
Lanjut...

Renungan Harian 29 Desember 2010

Bacaan:

1Yoh. 2:3-11;
Mzm. 96:1-2a.2b-3.5b-6;
Luk. 2:22-35
Renungan:

Suasana Natal masih hangat kita rasakan. Hari ini diperdengarkan sebuah nubuat dari Simeon terhadap Maria, ibu anak yang dinantikan sebagai janji Allah bagi keselamatan umatNya. Demikian nubuat Simeon: "Suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang". Apa yang diartikan dengan: Suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri? Nubuat ini ditujukan kepada Bunda Maria.

Kiranya artinya menunjuk kepada peristiwa kepedihan dan kesedihan Maria ketika tiga puluh tiga tahun kemudian dia harus melihat putra terkasihnya tergantun di puncak kalvari. Penderitaan itu ditujukan pada jiwa Maria, karena Maria meskipun tidak menderita secara fisik, namun ia menderita sebagai seorang ibu yang mempunyai hati. Hatinya sungguh terluka oleh "pedang penderitaan" yang dialami putra terkasihnya.

Keteguhan iman dan kesetiaan Marialah yang membuatnya kuat mengambil bagian dalam misi Putranya. Kita pun perlu belajar dari iman dan kesetiaan Bunda Maria, agar dapat menjadi murid Kristus yang setia dan dapat diandalkan. Apakah aku tetap setia pada Tuhan dalam saatsaat alami krisis hidup?

(Renungan Harian Mutiara Iman 2010, Yayasan Pustaka Nusatama)
Lanjut...

Senin, 27 Desember 2010

Renungan Harian 28 Desember 2010

Bacaan:

1Yoh. 1:5-2:2;
Mzm. 124:2-3.4-5.7b-8;
Mat. 2:13-18
Renungan:

Dalam injil hari ini, kita melihat salah satu contoh bagaimana Yusuf dan Maria berjuang menjaga Yesus dari segala sesuatu yang dapat mengancam keselamatan dan hidupNya. Kelahiran kanak-kanak Yesus rupanya telah menimbulkan ketakutan bagi Raja Herodes. Sekalipun masih sebagai bayi, Yesus sudah dipandang sebagai "musuh" yang membuat Raja Herodes takut kehilangan tahta kerajaannya. Karena tidak berhasil menemukan Yesus, Herodes menjadi "gelap mata" dan membunuh setiap bayi dan anak kecil yang dianggap berpotensi mengancam kekuasaannya. Syukur kepada Allah, Yusuf dan Maria berhasil membawa Yesus keluar dari Betlehem dan membawaNya ke tempat yang aman.

Kisah dalam Injil hari ini membuat kita makin sadar akan hakekat anak-anak kita sebagai titipan Tuhan, sebagai "harta yang paling berharga" dalam keluarga. Maka sebagai orang tua kita mempunyai panggilan mulia untuk menjaga, merawat dan mendidik sebaik-baiknya anak-anak kita. Namun kita juga melihat masih ada beberapa hal yang perlu kita benahi dalam relasi kita dengan mereka selama ini agar pada hari-hari yang akan datang relasi kita dengan mereka lebih baik dan harmonis.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2010, Yayasan Pustaka Nusatama)
Lanjut...