Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 27 Juli 2016

Romo Kanis Pen Jadi Pastor Kuasi Stasi Kuaputu

Romo Kanis Pen, Pr (tengah) disambut secara adat Timor
KUPANG, PK - Umat Stasi St. Petrus, Kuaputu, Kabupaten Kupang, benar-benar merasa bahagia. Mulai bulan Mei 2016, Romo Kanis Pen resmi menjadi pastor kuasi paroki di Stasi St. Petrus, Kuaputu. Hal ini berarti, pelayanan pastoral di stasi tersebut tidak diatur oleh pastor paroki St Fransiskus Asisi BTN Kolhua lagi, tetapi sendiri.

Sebagai bentuk kegembiraan, upacara penyambutan Romo Kanis Pen sebagai pastor kuasi paroki di Stasi St Petrus Kuaputu, Selasa (10/5/2016) sore, digelar secara meriah. Kedatangan Romo Kanis Pen disambut secara adat oleh umat setempat. Diawali dengan natoni (sapaan adat suku Timor) sebagai ucapan selamat datang dan dikalungi selendang sebagai tanda penerimaan, ia diarak dengan tari-tarian adat suku Timor.
Lanjut...

Sebanyak 40 Pastor Dimutasi

Uskup Turang memberkati para imam
KUPANG, PK - Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, melantik dan memberkati 40-an pastor di wilayah Keuskupan Agung Kupang (KAK) untuk bertugas di tempat tugas yang baru. Dari jumlah tersebut, 33 di antaranya menjadi pastor paroki. Pelantikan dan pemberkatan para pastor tersebut berlangsung dalam misa di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Kamis (21/4/2016).

Beberapa pastor paroki dan pastor pembantu paroki di seputaran Kota Kupang juga dimutasi. Hanya Pastor Paroki Katedral Kriatus Raja Kupang, RD Ambrosius Bala Ladjar dan Pastor Paroki St. Fransiskus dari Asisi, Kolhua, RD Fr. Simon Tamelab, yang tetap.

Misa pelantikan dan pemberkatan para pastor dihadiri ratusan umat. Misa dipimpin langsung Uskup Turang. Seusai pelantikan dan pemberkatan, Turang berkesempatan foto bersama dengan para pastor. Sementara setelah misa dilanjutkan resepsi yang digelar di aula paroki katedral tersebut.
Lanjut...

Kapolda Sampaikan Empat Pesan bagi Umat Paroki Kolhua

Kapolda bersama Umat Asisi Kolhua Kupang
KUPANG, PK - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, Brigjen Pol.  E. Widiyo Sunaryo mengingatkan tentang bahaya narkoba saat menyampaikan  pesannya untuk umat Paroki St Fransiskus Asisi Kolhua Kupang, Minggu (10/4/2016) malam.

"Saya imbau untuk  tidak mencoba-coba konsumsi narkoba. Tidak hanya orang muda, tapi juga anak-anak dan orang tua," kata Sunaryo yang menyampaikan pesan dari mimbar Gereja St. Fransiskus Asisi Kolhua seusai perayaan misa yang dipimpin Rm. Longginus Bone, Pr.

Sunaryo yang mengikuti perayaan ekaristi di gereja tersebut bersama istrinya Ny. Theresia Dewi Pratiwi menyampaikan empat pesan untuk umat Kolhua dan masyarakat NTT umumnya. Pertama, terkait penyalahgunaan narkoba. Kapolda mengingatkan bahwa NTT merupakan daerah transit sekaligus target pemasaran narkoba. "Penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya bagi kehidupan. Mari kita waspada dan bersama-sama memeranginya," kata Sunaryo.
Lanjut...

Jeriko dan Herman Man Hadir di Stasi Belo

Gereja Paroki St Fransiskus dari Asisi Kolhua Kupang
KUPANG, PK--Misa pelantikan pengurus Dewan Pengurus Stasi (DPS) St. Agustinus Belo berlangsung di kapela stasi tersebut, Minggu (7/2/2016) pagi. Misa dipimpin oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Dari Asisi Kolhua, RD. Simon Tamelab.

Wakil Walikota Kupang, Herman Man, hadir pada misa pelantikan pengurus DPS tersebut. Seusai misa, acara dilanjutkan resepsi pelantikan pengurus DPS di kediaman Ketua Stasi St. Agustinus Belo, Ambrosius Konsen Parera. Anggota DPR RI, Jefri Riwu Kore (Jeriko) juga hadir dalam acara resepsi ini.

Pemandangan menjadi menarik bagi umat yang hadir, karena Jeriko dan Herman Man pernah diberitakan media bakal maju sebagai calon Walikota dan Walikota Kupang.

Lanjut...

Uskup: Muspas Jangan Sampai Terjadi Konflik

Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang,Pr
KUPANG, PK - Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, meminta kepada seluruh peserta Musyawarah Pastoral (Muspas) untuk menghormati perbedaan. Perbedaan itu tidak bisa dilenyapkan sampai kapanpun karena itu melawan kepada penciptanya.

"Biarkan perbedaan itu tumbuh sebagai keindahan untuk mempersatukan dalam membangun semangat persaudaraan. Peserta muspas juga harus melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan secara baik dan jangan sampai terjadi konflik karena tugas yang diemban adalah membangun karya persaudaraan dalam semangat gereja yang selibat," ujarnya.
Lanjut...